“Kadang kalau di rumah, saat kita tidak paham penjelasan guru, bisa bertanya. Sayang penjelasan kadang tidak sesuai harapan,” kata salah satu siswa, Alisya Yudarso.
Selain itu, dia juga mengaku jaringan sinyal selama ini juga menjadi kendala dalam penerapan sistem belajar daring. Saat sinyal tidak bagus, maka komunikasi terganggu.
Di SMA ini ada sekitar 1.200 siswa dan yang masuk per hari dibatasai 250 orang.
Kacapdin Jatim, Ramli Anim mengatakan, selain SMAN 1 Kota Blitar, sekolah lain yang menerapkan pembelajaran tatap muka yakni SMK Islam dan SLB 1 Kota Blitar. Lantaran Kota Blitar saat ini berstatus zona oranye, maka jumlah siswa yang masuk per hari dibatasi hanya 25 persen per hari.
“Waktu pembelajaran tatap muka ini juga dibatasi selama empat jam saja,” katanya, Selasa (18/8/2020).
Para siswa juga diminta jaga jarak dan meminimalisasi kontak fisik antar orang. Belajar secara tatap muka ini akan berlangsung dari 18 hingga 31 Agustus mendatang.
“Setelah itu akan dievaluasi kembali,” katanya.