Tujuh penyelam yang diterjunkan sukses menjalankan misi. Mereka menyelam secara bergantian untuk mengangkat jasad korban dari dalam mobil.
"Korban pertama berada di kursi tengah sehingga bisa dikeluarkan melalui pintu samping. Korban kedua juga demikian. Namun prosesnya agak lama karena posisinya berada di kursi belakang," ujarnya.
Sementara untuk korban ketiga prosesnya agak sulit. Kondisi jasad sudah membengkak dan tidak bisa evakuasi melalui pintu samping.
"Tim penyelam terpaksa membuka pintu belakang untuk mengevakuasi korban. Tetapi kami bersyukur dan lega misi kemanusiaan ini berhasil," ucapnya.
Hairudin menuturkan, dengan ditemukannya ketiga korban maka operasi pencarian dinyatakan berakhir dan ditutup. Khusus untuk pengangkatan bangkai mobil, pihaknya masih menunggu instruksi lanjutan.
Diketahui, mobil Toyota Avanza L 1147 BF yang dikemudikan Waridi (56) warga Rungkut Lor, Surabaya, tercebur ke Sungai Brantas di Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung. Saat itu mereka hendak menyeberang sungai dengan menggunakan perahu.
Mobil tersebut tiba-tiba melaju saat diparkir diturunan dermaga penyeberangan. Pengemudi berhasil menyelamatkan diri. Sementara tiga penumpang yang berada di belakang tenggelam bersama mobil dan dievakuasi meninggal.