8. Tsunami Flores (1992)
Pada 12 Desember 1992, gempa berkekuatan 6,8 skala liter mengguncang Laut Flores. Pusat gempa terletak di kedalaman laut, 35 km arah barat Kota Maumere, tepatnya pukul 13.29 WITA. Tidak hanya itu, tsunami setinggi 30 meter juga menerjang selama 15 menit, meluluhlantahkan rumah yang hancur karena gempa. Wilayah yang terkena dampak tsunami berada di Kabupaten Sikka, Ende, Ngada dan Flores Timur.
Peristiwa tersebut menewaskan lebih dari 3.000 jiwa, 500 orang hilang, 447 orang luka-luka dan 5.000 warga terpaksa mengungsi. Tercatat pula 18.000 rumah, 113 sekolah dan 90 tempat ibadah hancur. Karena saat itu Indonesia belum memiliki ahli tsunami, riset mengenai peristiwa tsunami Flores banyak dilakukan peneliti asal Jepang.
9. Letusan Gunung Tambora (1815)
Bencana besar di Indonesia lainnya yakni ledakan Gunung Tambora terjadi April 1815 dan mengukir sebagai salah satu ledakan gunung terbesar yang berdampak secara global. Puncak letusan eksplosif itu terjadi pada 10 April 1815. Letusan Tambora berhasil membuat bumi mengalami tahun tanpa musim panas pada 1816, karena suhu global berkurang antara 0,4–0,7 °C.
Volcanic Explosivity Index (VEI) mencetus bahwa ledakan Gunung Tambora mencapai level 7, yakni 10 kali lebih besar dari Krakatau. Isi perut gunung berupa material vulkanis, abu dan batuan cair dimuntahkan.
Bahkan suara ledakannya terdengar sampai Sumatera. Dipercaya suara ledakannya setara dengan 800 megaton TNT. Bahkan Sir Stamford Raffles sampai menurunkan pasukannya untuk menyelidiki asal suara tersebut. Akibat peristiwa ini, sebanyak 80.000 orang tewas.