Rosyid berujar, jumlah rumah warga Jember yang rusak akibat gempa bumi di Situbondo terus bertambah. Data terbaru mencatat jumlah rumah warga yang rusak berat, sedang, dan ringan mencapai 22 unit yang tersebar di sejumlah kecamatan.
"Di Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari terdata satu rumah rusak atas nama Bagimin (38), kemudian Desa Pondokrejo-Kecamatan Tempurejo terdata dua rumah rusak atas nama Julianto (36) dan Abdul Aziz (24)," lanjutnya.
Kemudian di Desa Sukorambi-Kecamatan Sukorambi sebanyak enam rumah rusak atas nama Moh Ali (43), Saiful (25), Sabupa (68), Sugeng (49), Nirin (33), dan Tohari (33), serta satu musala rusak berat.
Selanjutnya, satu rumah di Desa Dukuhmencek-Kecamatan Sukorambi, dua rumah di Desa Karangpring-Kecamatan Sukorambi atas nama Mudei dan Dulla, satu rumah di Desa Klungkung-Kecamatan Sukorambi atas nama BUnasri, tiga rumah rusak sedang di Desa Sukorambi-Kecamatan Sukorambi atas nama Ahmad, Suparman, dan Sarukdin.
Sebanyak 11 rumah rusak di Kelurahan Kebonagung-Kecamatan Kaliwates atas nama Hasyim, Tui, Misla, Sugianto, Slamet Jasman, Jamhuri, Marhen, Wagito, Samhadi, Paiman, dan Parman, di Desa Darsono-Kecamatan Arjasa terdata satu rumah rusak sedang atas nama Sauri (45).