Pihaknya mendesak dinas terkait membuat saluran drainase, minimal di sisi timur jalan, agar ketika hujan, air tidak langsung menggenangi jalan. Selain itu, perlu dipasangi rambu-rambu peringatan, supaya warga lebih waspada.
“Kami juga pernah masang tulisan, hati-hati licin rawan kecelakaan. Tapi kalau ada rambu permanen kan lebih baik. Syukur-syukur jalannya diperlebar, cuma bisa apa nggak, lha wong batasnya tanah Perhutani. Jalan masih sempit, “ ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rembang, Sugiharto mengatakan bahwa idealnya ketika ada proyek jalan, dilengkapi pula dengan saluran air. Tapi karena anggaran daerah terbatas, sehingga diprioritaskan pembangunan jalannya dulu.
“Kita akui yang Pamotan – Gambiran, ada titik jalan berlumpur dan licin. Soalnya pengaruh dari hutan gundul di sekitar lokasi, “ kata Sugiharto.
Menurutnya, pembuatan saluran air Pamotan – Gambiran belum direncanakan pada anggaran tahun 2021 ini. Namun pihaknya berjanji akan memasukkan sebagai skala prioritas. Untuk penanganan jangka pendek, DPU siap memperbaiki bahu jalan, sambil mengalirkan air dari badan jalan.