Warga Demak Sulap Area Sawah Rusak Terdampak Proyek Tol Jadi Tanah Kapling Rumah

Sukmawijaya
Warga Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah menjual sawahnya untuk tanah kapling rumah. (iNews/Sukmawijaya)

Selain di Desa Dukun, proyek jalan tol Semarang-Demak juga melintasi areal pertanian di Desa Sampang, Kedunguter dan Desa Klitih.

“Areal pertanian di tiga desa ini seperti kompleks persawahan dengan aliran drainase pembuangan yang sama. Bila kawasan hilir sungai tidak bisa membuang air, maka di kondisi sawah di hulu sungai akan terendam banjir,” kata Yoyok Masiran, pembina karangtaruna Karangtengah.

“Selain persoalan gorong-gorong, drainase yang sekaligus berfungsi sebagai saluran irigasi mengalami penyempitan karena tingginya sedimentasi dan tingginya sedimen pada saluran irigasi dapat merusak areal pertanian tadah hujan di desa tersebut,” katanya.

Walau di areal pertanian tadah hujan, namun petani Desa Dukun mampu memanen padi dalam dua musim masa tanam. Kendati kualitas padi tidak sebagus dibanding daerah lain, namun hasil panenannya banyak mendukung perekonomian petani setempat.

“Setelah proyek tol masuk secara bertahap sawah petani tidak dapat ditanam. Hingga sekarang belum ada penanganan serius atas persoalan tersebut dari pemerintah,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kronologi Kecelakaan Tewaskan Sopir di Grobogan, Mobil Oleng Masuk Saluran Irigasi

57 tahun lalu

Kecelakaan Mobil Masuk Saluran Irigasi di Grobogan, 1 Orang Tewas

57 tahun lalu

Bocah 9 Tahun di Polewali Mandar Tewas Tenggelam saat Mancing di Saluran Irigasi

57 tahun lalu

Geger! Mayat Pria asal Demak Ditemukan dalam Hutan Darupono Kendal

57 tahun lalu

Pilu! Bocah Hilang Korban Banjir Demak Ditemukan Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal