“Acara Halal 20 sebagai bagian dari rangkaian Presidensi Indonesia dalam G20 harus mampu membuahkan capaian-capaian yang konkret,” kata Ma’ruf Amin.
Menurut Wapres, kerja sama baik antarlembaga maupun antarnegara dalam pengembangan teknologi hingga sumber daya manusianya perlu dijalin untuk membuat produk halal yang berdaya saing. Bukan hanya sertifikasi produk halal.
“Saat ini, di Indonesia melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengembangkan fasilitas riset pangan BRIN sebagai laboratorium rujukan riset Halal Indonesia,” kata wapres.
Pada forum itu, Ma’ruf Amin juga mendorong BPJPH dan perwakilan Lembaga Halal Luar Negeri untuk berbagi pengalaman, pengetahuan dan inovasi terkini dalam penyelenggaraan jaminan produk halal.
Kegiatan H20 di Semarang itu sesuai jadwal digelar selama 3 hari, mulai 17 November hari ini hingga Sabtu 19 November 2022. Kegiatan diikuti 279 partisipan dari 44 negara.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) mengatakan, Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin telah menetapkan Indonesia akan jadi pusat industri, ekosistem dan pasar halal global.
“Harapannya dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan impian Indonesia maju,” kata Gus Yaqut.