Akan tetapi, dengan biaya pendidikan yang tergolong tinggi, kata dia, banyak anak pintar pendidikannya terhenti hanya sampai tingkat SMA/SMK.
Wabup mengaku telah berdiskusi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas terkait dengan rencana untuk membantu satu anak pintar dari setiap kecamatan.
"Insya Allah tahun depan sudah mulai jalan karena bangunannya sedang dibangun di Jalan Kalibener, Purwokerto. Biaya pembelian lahan dan pembangunannya didanai oleh teman-teman Diaspora Banyumas di Jakarta," ucapnya.
Ia mengatakan selain pintar, siswa yang diterima dalam program Panti Asuhan Nusantara itu juga harus berakhlak baik.
"Karena kalau pintar, tapi akhlaknya kurang baik, ya percuma. Kalau enggak pintar, kalau kami sekolahkan mungkin cuma sampai SMA untuk bisa bekerja, misalnya diberi modal kambing," katanya.