Dalam video viral tersebut tampak sejumlah warga di Blora mengantre, secara bergantian mengambil air bersih yang tersisa dari sumur (sendang) yang nyaris mengering akibat kemarau.
Dalam cuplikan video, hanya ada satu sumur saja yang masih menghasilkan air bersih. Namun air yang dihasilkan sumur itu pun tidak banyak, sehingga warga tak bisa mengambil air dalam jumlah banyak dan harus berbagi dengan lainnya.
Diketahui, ada sebanyak 500 warga Dukuh Kembang, Desa Jurangrejo, Kecamatan Bogorejo terpaksa mengambil air di sendang yang jaraknya hampir dua kilometer dari pemukiman penduduk.
Mereka rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan air sehari- hari. Dalam sehari warga hanya mengambil air sampai lima kali jalan, sekali jalan warga membawa tiga jeriken berisi 20 liter air bersih.
Kekeringan ekstrem ini dialami warga sejak lima bulan terakhir. Di permukiman warga tedapat banyak sumur namun dalam kondisi kering lantaran letak perkampungan berada di tanah bebatuan.