Terkait pamflet yang menyebutkan adanya pesta kembang api saat penutupan PSBB, Jumadi minta agar menanyakan ke pembuat pamflet tersebut. “Takon sing gawe (tanya yang buat). Itu (pamflet) juga keliru PSSB sih apa,” katanya.
Beredarnya pamflet pesta kembang api dalam penutupan PSBB di Kota Tegal mendapat reaksi beragam dari warganet. Sebagian warganet heran dan tidak percaya dengan kebijakan tersebut.
"Benar gak nih. Kok tulisannya salah PSSB bukan PSBB," tulis Bambang Riyanto.
Warganet lainnya malah mengapresiasi acara itu. "Luarbiasaaa," tulis Gandung Guntoro.
Diketahui, PSBB Kota Tegal diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. PSBB berlangsung dua tahap. Tahap I berlangsung pada 22 April-6 Mei 2020. Kemudian dilanjutkan Tahap II pada 7 Mei-22 Mei 2020. Kebijakan itu diklaim pemkot berhasil karena Kota Tegal sudah kembali nol kasus positif Covid-19.