Ketua RT Kemadohbatur, Efendi, membenarkan adanya laporan warga terkait dugaan bau tidak wajar pada minyak goreng bantuan tersebut. Ia kemudian mengoordinasikan pengumpulan agar tidak lagi digunakan sampai ada kejelasan dari pihak terkait.
“Saya tiba-tiba didatangi warga di rumah sambil membawa bungkusan minyak goreng. Ternyata minyak goreng Minyakita ini serasa berbau solar dan minyak tanah. jadi mereka meminta saya untuk mengembalikan dan minta ganti yang baru dan segar,” ujar Efendi, Selasa (30/6/2026).
Seorang warga, Jasmi, mengaku keluarganya sempat mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang dimasak menggunakan minyak goreng tersebut.
“Kemarin sempat saya buka dan dipakai untuk menggoreng tempe. setelah masak dan dimakan bareng ternyata ada rasa yang aneh di lidah seperti ada minyak tanahnya. dan setelah dicium ternyata bau solar dan minyak tanah,” ucapnya.
"Ya seketika itu makanan saya buang ke sungai dan jangan sampai dimakan ayam atau ternak, bisa keracunan nanti. Anak saya saja mengalami rasanya kering dan sakit di tenggorokan tapi sekarang sudah membaik,” katanya.