Saat tarikan yang ke empat tiba-tiba tali pengait lepas. Agar bendera tetap berkibar, Bripka Suparno yang saat itu bertugas mengatur arus lalu lintas dan dokumentasi yang berada di dekat tiang bendera langsung naik ke tiang untuk mengambil tali yang lepas untuk ditarik ke bawah dikaitkan ke bendera lagi.
"Saat itu saya sedang diploting di sekitar tiang bendera itu untuk dokumentasi kegiatan. Saat pengibaran (bendera), saya berada agak dekat tiang bendera itu untuk pengambilan dokumentasi dan pengamanan arus lalu lintas," ungkap Suparno.
"Saat lepas itu saya langsung inisiatif. Ini kalau enggak diteruskan kan enggak jadi upacara, malah buyar yang upacara. Saya inisiatif memanjat tiang bendera," katanya.
Ujung tali bendera yang terlepas itu terus terkerek ke atas karena terbawa angin yang cukup kencang. Sehingga dia bergegas memanjat tiang demi mengejar ujung tali itu. "Daripada semakin ke atas semakin susah nanti. Apalagi (tiang bendera) semakin ke atas semakin kecil," ujarnya.
Ujung tali itu akhirnya dapat terkejar oleh Suparno sebelum mencapai puncak tiang, tepatnya di ketinggian sekitar 7 meter. "Manjat sampai dua per tiga tiang. Itu ada angin to, saya takutnya ketarik sampai puncak, saya kejar naik itu. Daripada sampai puncak kan susah menurunkan lagi, karena semakin mengecil tiangnya," ungkapnya.
Ujung tali itu langsung dia bawa turun dan diterima su Aiptu Sukandar, anggota TNI yang kemudian diserahkan ke Aiptu Sukandar, lalu diikatkan lagi ke bendera Merah Putih.
Sementara meski sempat terhenti sesaat, upacara peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI di Lapangan Juwangi Boyolali tetap berjalan dengan lancar.