“Kalau mengalami sebuah kesulitan, jangan sampai kamu terus bersedih dan mengalami depresi. Jadikan skripsi ini sebagai proses pembelajaran dalam hidup,” ujar Hendi.
3. Cari ilmu di lapangan
Tips selanjutnya adalah mencari referensi di lapangan. Dalam pembuatan skripsi, data lapangan sagat diperlukan untuk menambah akuratnya penelitian yang dibuat, untuk itu ambil data di lapangan, interaksi dengan orang yang lebih pengalaman.
“Mahasiswa harus ambil data di lapangan dan interaksi dengan orang yang lebih pengalaman. Jangan hanya teori, tapi praktikkan. Misal, belajar bahasa inggris bisa telepon call center di Amerika atau India. Nah di situ bisa langsung dipraktikkan, tanpa perlu keluar rumah karena pandemi,” katanya.
4. Cari ilmu di internet
Dia mengatakan, semua sumber ada di internet namun harus difilter mana yang kredibel dan tidak. Di Unnes sendiri, sudah ada banyak literatur dalam Sistem Akademik Terpadu Unnes, atau biasa disapa dikenal dengan singkatannya “SIKADU”. Sistem ini sudah terintegrasi dengan Pro Feeder untuk melakukan pelaporan nilai ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), dan berisi banyak sekali literatur yang lebih dari cukup untuk para mahasiswa mengerjakan skripsi.
Media sosial juga bisa menjadi sarana untuk memperoleh ilmu. Misalnya di Tiktok layaknya tempat Hendi mempublikasikan video viral, tak sedikit konten edukasi tersedia jika mahasiswa mau memilih. Platform publikasi dan pembelajaran seperti Academia, Google Scholar, dan Edlink, dimana Hendi beserta Komunitas SEVIMA lainnya aktif membagikan penelitian dan materi pembelajaran, juga bisa jadi sumber ilmu yang tak kalah lengkap.