Salah satu jasa besarnya yakni menerjemahkan kitab-kitab keagamaan, termasuk Al-Qur'an, ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat. Upaya tersebut membuat ajaran Islam dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
"Pengusulan beliau sebagai pahlawan nasional bukan hanya semata-mata untuk memberikan penghormatan kepada tokoh, tapi lebih dari itu adalah sebuah ikhtiar untuk menghadirkan keteladanan yang memberi arah pada perjalanan perjuangan bangsa ini," ujar Agustina dikutip dari iNews Pantura, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, pengaruh KH Sholeh Darat juga terlihat dari sejumlah muridnya yang kemudian menjadi tokoh besar bangsa. Mereka antara lain KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy'ari dan RA Kartini.
Agustina menegaskan Pemkot Semarang berkomitmen mengawal seluruh tahapan pengusulan. Upaya tersebut mencakup penyusunan dokumen, penguatan kajian akademik hingga pembentukan TP2GD yang melibatkan berbagai unsur.
Abdul Muis menjelaskan, hasil sidang TP2GP menyatakan usulan KH Sholeh Darat telah memenuhi persyaratan dengan sejumlah catatan penyempurnaan.