Sebelum perang sarung, mereka melakukan semacam pemanasan dengan cara melempar jenis mercon cengisan ke kubu lawan sebesar tusuk gigi.
“Ya (perang sarung ini) sudah tradisi. Selesai ya langsung maaf-maafan. Perang sarung ini dilakukan antardesa,” ” kata Nabil, peserta perang sarung, Selasa (13/2/2021).
“Kami merasa senang dan bahagia karena kegiatan ini justru menambah semangat dalam berpuasa,” ujarnya.