“Harapannya tidak hanya di Rekso Pustaka Pura Mangkunegaran, tapi juga di Sono Pustaka. Saat ini Perpustakaan Sono Pustaka ditutup, sehingga kami sangat khawatir keadaan naskahnya seperti apa,” ucapnya.
Dia berharap UNS dapat bertemu dan meminta izin kepada Raja Keraton Solo Paku Buwono (PB) XIII agar diperbolehkan untuk merawat dan melakukan digitalisasi naskah-naskah kuno di Sono Pustaka.
“Kami akan tetap concern di jalur untuk kemajuan keilmuan, khususnya mendorong UNS sebagai pusat pengembangan kebudayaan Jawa di seluruh dunia untuk world class university. Kami siap untuk mendukung dari aspek kebudayaan,” ujarnya.