“Saya hanya mendengar sedikit cerita dari orang tua bahwa dusun ini dinamakan Dusun Batok karena terlihat seperti dua batok kepala yang tengkurap jika dilihat dari kejauhan,” katanya, Minggu (29/5/2022).
“Jumlah kepala keluarga serta bangunan rumah yang ada di dalam dusun ini ibaratnya hanya isi batok kepala yang tengkurap itu saja tidak bisa bertambah atau berkurang,” kata Marjuki.
Jika terjadi penambahan jiwa seperti adanya perkawinan, maka warga yang baru saja menikah secara otomatis akan meninggalkan desa dan menetap di luar Desa Batok
Namun jika ada warga yang atau salah satu keluarga yang meninggal maka pengantin tersebut tidak akan pergi dari dusun dan akan tinggal dalam satu rumah bersama keluarga barunya di dusun tersebut.
Slamet, salah satu pemuda Dusun Batok mengatakan bahwa dusun batok akan berkembang baik dan dimungkinkan bisa bertambah jika ada tokoh agama atau ulama yang menghidupkan dusunnya. Yakni dengan adanya aktivitas keagamaan, seperti adanya bangunan tempat ibadah baik masjid maupun musala.