Dia mengaku, saat akan ditangkap, babi hutan itu dipanggil 'Abah' dan anehnya langsung merespon dengan cara berdiri. Sebelum ditangkap, Bawor mengajak babi hutan tersebut berbicara.
Dia mengatakan, bila babi hutan tersebut ingin ikut dirinya, maka harus patuh. Awalnya babi hutan tersebut berlarian enggan dipegang, namun akhirnya patuh.
"Saya pegang ekornya, saya angkat pelan-pelan diam saja," katanya.
Dalam perjalanan menuju rumah, Bawor sempat bertemu dengan polisi yang penasaran dengan babi hutan unik tersebut. Polisi tersebut bahkan mengambil foto babi itu.
Menurut Bawor yang sudah 10 tahun berburu, babi hutan biasanya berbobot 80 kilogram baru memilik taring. "Tapi ini berat badannya 12 kilogram tapi sudah punya taring," katanya.
Sementara itu Camat Jatilawang, Oka Yudhistira Pranayuda mengimbau warga agar tidak berkerumun meski penasaran dengan babi hutan tersebut. Menurutnya, hewan ini merupakan babi hutan biasa. Oka bahkan meminta pemilik agar memasukkan hewan peliharaannya ke dalam kandang tertutup.
"Kami khawatir kerumunan warga ini makin memperparah pandemi Covid-19. Saya yakin ini babi biasa bukan siluman atau jadi-jadian," katanya.