“Alhamdulilah pertumbuhan perajin batik berkembang sangat pesat di seluruh Tanah Air. Batik semakin masif digunakan oleh rakyat, tampil dalam berbagai panggung fesyen kelas dunia dan juga memberikan pemanfaatan bagi masyarakat Indonesia,” katanya.
Melalui peringatan batik, Presiden mengajak seluruh masyarakat untuk mengukuhkan kembali komitmen terhadap batik Indonesia.
Presiden juga mengajak semua untuk menguatkan komitmen bersama untuk membentuk generasi muda Indonesia yang sigap melestarikan batik.
“Saya tadi senang di depan anak-anak kita, baik SMP, SMA, dan SMK, mereka diajarkan muatan lokalnya adalah membatik. Saya tanya ke salah satu (siswa) SMK, (belajar membatik) seminggu 3 kali, saya kira 3 kali sudah lebih dari cukup, asal komitmen itu kita pegang terus,” katanya.
Dengan begitu, kata Jokowi, komitmen untuk menjaga pengakuan UNESCO yang menetapkan batik menjadi warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi, akan bisa dipegang oleh bangsa Indonesia.