Saat mengingat uang yang simpan, Rustini langsung mengambilnya. Namun dirinya kaget karena uang lengket satu sama lain saat hendak dipisahkan.
Diduga uang lengket karena diletakkan di tempat lembab. Ketika dipisahkan, sebagian besar uang rusak tak beraturan.
Sejumlah petugas kasir kantor BI Tegal lalu melakukan scanning pada mesin pemindai uang rusak yang hanya dimiliki Bank Indonesia. Sebelummya, petugas juga melakukan pengecekan keaslian uang tersebut.
Kepala BI Tegal M Taufik Amrozi mengatakan, Rp15,9 juta bisa ditukar karena lebih dari dua pertiga bagian masih ada. Sementara, sisanya Rp600.000 yang hancur tidak bisa ditukar karena kurang dari dua pertiga bagian.
Setelah uang rusak sebanyak Rp15,9 juta bisa ditukar, Rustini kini lega. Rencananya, uang akan ditabung setelah memiliki rekening.