Keenam pekerja pembuat sumur bor kemudian berbagi tugas masing-masing, dan korban saat itu mengawasi dan membuang tanah yang diangkut keluar dari dalam tanah oleh mata bor.
Menurut Mukhlisin, aat kejadian tidak ada yang mengetahui jika korban telah masuk ke dalam penyangga mata bor yang sangat sempit.
“Saya baru mengetahui Giyanto terjepit setelah hendak memeriksa kondisi lubang sumur bor. Melihat sudah dalam kondisi meninggal dengan posisi meringkuk di tengah alat penyangga, saya segera mematikan mesin,” katanya.
Polisi yang melakukan olah kejadian menemukan gulungan rambut korban yang masih terlilit di besi mata bor.
Kapolsek Toroh AKP Saptono menjelaskan bahwa korban diduga kurang hati-hati saat membuang lumpur yang diangkut mata bor hingga rambut tersangkut dan terlilit mata bor.