Camat Bantarkawung, Eko Supriyanto mengatakan pemerintah menerima aspirasi dari masyarakat dan akan segera menyampaikannya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
”Pemerintah kecamatan dan kabupaten menerima aspirasi tersebut dan akan membicarakannya dalam waktu dekat. Lalu kami akan sampaikan ke provinsi karena penentuan kebijakan ada di sana,” kata Eko.
Sementara itu pengunjuk rasa mengatakan akan melanjutkan aksi ke Pemkab Brebes jika tuntutannya tak dikabulkan. Bahkan mereka mengancam akan datang dengan jumlah massa lebih banyak.
“Ini aksi kedua dan kami lakukan spontan setelah tahu bupati datang. Tadi warga sudah diterima tapi bupati belum berani menandatangani surat penolakan pembangunan waduk. Kami akan lakukan aksi di Pemkab Brebes dan dengan jumlah lebih banyak jika aspirasi tidak dikabulkan,” ujar warga bernama Sarben.
Pemprov Jateng berencana membangun Waduk Cipamali yang membendung Sungai Pemali di kawasan Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung. Waduk itu rencananya dapat menampung satu miliar kubik air. Warga protes karena tak pernah dilibatkan dalam sosialisasi rencana tersebut.