Tolak Buat Testimoni Video Kinerja Jokowi, Rektor Unika: Tidak Sesuai Prinsip Demokrasi

Eka Setiawan
Rektor Unika Soegijapranata Semarang Ferdinandus Hindiarto menolak membuat video testimoni kinerja Joowi. (Foto: MPI)

SEMARANG, iNews.idRektor Soegijapranata Catholic University (SCU) atau Unika Soegijapranata Semarang Ferdinandus Hindiarto mengungkapkan alasannya menolak permintaan untuk membuat video testimoni kinerja positif Presiden Jokowi

Ferdi menyebut permintaan yang diinginkan itu tidak sejalan dengan fakta yang ada. Pertama soal pelanggaran konstitusi yang terjadi oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), statement Presiden Jokowi yang menyatakan boleh memihak pada paslon tertentu dan boleh berkampanye, lalu perdebatan soal bantuan sosial.

“Jadi banyak hal yang menurut saya, kami nilai tidak pas atau tidak sesuai dengan prinsip demokrasi dan konstitusi dan ini kami sampaikan (kritikan) sebagai wujud cinta kami (kepada Indonesia),” ungkapnya usai konferensi pers, Selasa (6/2/2024).

Selain itu, kata dia, sudah berdiskusi panjang dengan para Ketua Perguruan Tinggi Katolik ataupun Rektor Universitas Katolik lainnya di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) Indonesia.

“Nek ora yo jan-jane terserah (sebenarnya kalau tidak pun tidak apa-apa, terserah), tapi kan tidak boleh. Ketika hal baik tentu kami harus katakan baik, tapi kalau ada yang tidak pas ya kami harus mengatakan tidak pas dan mari kembali ke hal-hal yang sesuai dengan prinsip demokrasi dan konstitusi,” kata Ferdi.

Dia mengungkapkan, ada dua narasi video yang diminta polisi kepada dirinya.

“Pertama (meminta saya) mengapresiasi Pak Jokowi (Presiden Jokowi) selama 9 tahun terakhir (kinerja), kedua, bahwa Pemilu 2024 itu kan intinya mencari penerusnya Pak Jokowi. Intinya itu yang disampaikan di chat, hal yang sama seperti video yang muncul dari teman rektor,” ungkap Ferdi.

Permintaan pembuatan video itu, sebut Ferdi, disampaikan baik lewat chat WhatsApp (WA) maupun telepon dari seseorang yang mengaku dari Polrestabes Semarang mulai dari hari Jumat (2/2/2024) hingga Selasa (6/2/2024) siang ini.

“Tadi jam 11an masih WA saya, dari video sampai tawaran terakhir membuat pernyataan, mengirimkan contohnya juga,” ucapnya.

Ferdi menolak memenuhi permintaan itu. Meskipun seseorang itu juga mengatakan jika video itu nantinya akan dilaporkan ke Kapolda Jateng.

Kapolrestabes Semarang Datangi Unika

Pantauan di Unika Semarang, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar terlihat mendatangi kampus tersebut. Kombes Irwan terlihat menemui Ferdi dan berbicara dalam ruangan tertutup.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rektor Beserta Wakil UGM Digugat ke PN Sleman Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

57 tahun lalu

Kabar Duka, Prof Nanat Fatah Natsir Mantan Rektor UIN SGD Meninggal

57 tahun lalu

Rektor Unsri Bentuk Tim Investigasi Internal Usut Pemukulan Dokter Koas di Palembang

57 tahun lalu

Tinggalkan Solo, Prabowo Hanya Lambaikan Tangan usai Bertemu Jokowi

57 tahun lalu

15 Tempat Makan di Cimahi Terfavorit dan Enak, Nomor 10 Sering Dikunjungi Jokowi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal