Tohari Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara Ternyata Residivis Kasus Upal di Pekalongan

Tim iNews.id
Tohari saat digelandang ke perkebunan untuk menunjukkan lokasi penguburan jasad korban yang dibunuhnya. (IST)

BANJARNEGARA, iNews.idTohari alias Mbah Slamet, dukun pengganda uang warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara ternyata merupakan residivis kasus uang palsu di wilayah Polres Pekalongan. Bahkan Tohari baru keluar dari penjara pada 2019.

Bebas dari penjara, Tohari kemudian mulai 'meniti karier sebagai dukun pengganda uang pada 2020, dari situ lah aksi keji dilakukan hingga membunuh pada 'kliennya' dengan menggunakan potasium

Sebanyak 12 orang tewas dalam kurun waktu 2020 hingga 2023. Korbannya pun beragam, mulai dari sendiri, hingga pasangan suami istri yang semua dihabisinya dengan cara mencampuri racun pada minuman calon korbannya.

Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan, berdasarkan jejak digital, tersangka Tohari alias Slamet ini merupakan residivis kasus upal di Polres Pekalongan.

Dalam aksinya, Polres Pekalongan menyita sekitar 1.491 lembar uang palsu bersama dengan dua rekannya, yakni Az warga Wonosobo, dan AM warga Banyumas.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gadis 18 Tahun Dibegal di Kendal, Pelaku Ancam Pakai Golok Rampas HP dan Uang

57 tahun lalu

Terdeteksi CCTV, Residivis Pembobol Minimarket di Mojokerto Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

Tak Bisa Berenang, Santri di Banjarnegara Hilang Terseret Arus Sungai Serayu

57 tahun lalu

Kronologi Mantan Sopir Bakar Mobil Kades Hoho, Pelaku Siapkan Bensin dan Obor

57 tahun lalu

Terungkap! Sakit Hati jadi Motif Mantan Sopir Bakar Mobil Kades Hoho Banjarnegara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal