Pelaksanaan akselerasi vaksinasi, kata dia dilakukan untuk menghadapi Covid-19 varian Omicron yang saat ini terus meningkat. Untuk wilayah Jawa Tengah, lanjut dia terjadi peningkatan angka Covid-19 varian Omicron.
Dia menuturkan, pekan lalu angkanya mencapai 2.000 kasus harian dan pada 17 Februari masuk di angka 4.000 kasus harian.
"Jadi ini tentunya menjadi perhatian kita semua sesuai dengan arahan Pak Presiden, kita harus melakukan akselerasi vaksinasi dan tentunya penegakan dan pendisiplinan protokol kesehatan," ucapnya.
Menurutnya, akselerasi vaksinasi penting dilakukan terutama untuk anak-anak dan masyarakat usia lanjut usia (lansia). Apalagi, kini angka kematian tertinggi terjadi pada usia lansia.
Dia meminta kepada jajarannya untuk bekerja sama dengan Forkopimda melakukan strategi-strategi percepatan vaksinasi, mulai dari vaksinasi mobile hingga door to door.
Vaksinasi, dinilai perlu agar masyarakat bisa memiliki kekebalan imunitas menghadapi Omicron. Sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dan perekonomian di setiap wilayah bisa bertumbuh dengan baik.
"Dalam kesempatan ini tolong dibantu disosialisasikan bagi masyarakat yang sudah dosis pertama tapi belum dosis kedua segera datang ke gerai yang ada. Bagi yang sudah dosis kedua dan sudah enam bulan silakan untuk melaksanakan vaksinasi booster," katanya.