Menurut Kuswanto, sebelum ditemukan tewas, putrinya sudah 1,5 bulan tidak pulang ke rumah. Saat itu, korban yang masih berstatus siswi SMP kelas 2 itu pamit ikut sholawat bersama teman-temannya. “Masih kelas 2 SMP. Pas pamit pergi ikut sholawat, dia tidak sekolah lagi,” katanya.
Dia mengatakan, korban dekat dengan teman-teman yang dikenalnya dari perteman di media sosial.
Kuswanto berharap polisi segera menangkap pelaku pembunuhan dan menghukumnya sesuai dengan kejahatannya. Setelah teridentifikasi, jenazah korban dibawa ke kampong halaman untuk dimakamkan.