Penampakan merpati Jaguar sebenarnya sama dengan burung merpati pada umumnya. Namun yang membedakan karena burung ini sering menang dalam balapan merpati kolong.
Balapan ini biasanya ditandai dengan empat bambu yang ditancapkan menjadi persegi. Apabila burung merpati berhasil menukik ke bawah masuk ke kolong persegi makan berhak menjadi pemenang.
Dia mengatakan, dengan berat hati dia menjual Jaguar burung dara andalannya karena ingin memberikan contoh motivasi kepada para pecinta balap merpati. Beternak burung merpati bisa menghasilkan uang kalau ditekuni secara sungguh-sungguh.
“Burung Jaguar dibeli oleh mas Ping Ping dari Jakarta seharga Rp1,5 miliar. Karena burung ini punya kualitas, kualitasnya sudah sering podium, sering juara. Kalau juaranya saya lupa ya sering ikut lomba,” kata Juned.
“Jenis lombanya kolong bawah tanah. Sudah pernah dapat mobil, dapat motor juga sering. Yang beli datang sendiri ke sini. Dia nawar-nawar dealnya segitu (Rp1,5 miliar). Dia memang orangnya suka sama burung ini,” katanya.
Juned mengatakan terjualnya merpati Jagur merupakan pencapaian dari hasil perawatan dan sebagai motivasi bagi seluruh burung kolong se-Indonesia.