“Saya di sana saat kejadian kemarin. Terdengar ledakan dan ada percikan api besar. Para pekerja itu langsung terkapar semua. Yang meninggal ada satu orang dan pekerja lainnya luka parah,” kata saksi mata, Edi Sutanto, Selasa (6/8/2019).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemkot Salatiga Agung Hendratmiko mengatakan, atas kejadian tersebut, pihaknya telah meminta rekanan pelaksana proyek, PT Telogo Makmur, untuk bertanggung jawab. Pelaksana proyek diminta memberikan santunan kepada ahli waris pekerja yang tewas dan kepada para korban yang masih dirawat.
Akibat insiden tersebut, pengerjaan proyek pembangunan jembatan Kalisawo itu terpaksa dihentikan sementara. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab insiden yang menyebabkan korban jiwa itu, apakah ada unsur kelalaian atau murni kecelakaan kerja.