"Alhamdulillah, hingga akhirnya tahun 2020 di Kota Semarang terbentuk yayasan Persadani yang diinisiasi mantan narapidana terorisme. Dan sampai sekarang program ini berkelanjutan dengan baik," ucapnya.
Diakuinya, tidak mudah melakukan pendekatan terhadap para mantan napiter. Tidak jarang penolakan dialaminya saat melakukan pendekatan.
"Bahkan sempat merasa ngeri juga saat pertama kali melakukan sambang. Mereka mempunyai anggapan bahwa polisi merupakan musuh yang telah menangkap dan memenjarakan mereka. Juga kebencian-kebencian lain, sehingga tidak jarang menolak jika tahu didatangi oleh polisi," katanya.
Awalnya, dirinya hanya mampu menggandeng tiga orang mantan napiter, yakni Sri Puji, Mahmudi Haryono, Wawan Supriatin. Kini, jumlah mantan eks napiter yang bergabung di Yayasan Persadani terus bertambah mencapai 15 orang.
Konsep ketiga dengan mendorong eks napiter yang tergabung dalam yayasan Persadani agar memiliki usaha dalam rangka ekonomi kreatif untuk kesejahteraannya beserta keluarga.