Terdampak Pergerakan Tanah, Petani Kentang di Banjarnegara Terpaksa Panen Dini

Elis Novit
ilutrasi petani panen tanaman kentang. (Dok MPI)

BANJARNEGARA, iNews.id - Bencana tanah gerak di Desa Sidengok Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara memutuskan akses jalan penghubung antarkecamatan dan merusak belasan rumah warga. Pergerakan tanah juga mengakibatkan ribuan tanamankentang rusak parah.

Petani pun terpaksa panen lebih dini guna menghindari kerugian lebih besar. Tanaman kentang biasa di panen pada usia 90 hari.

Namun, akibat terdampak pergerakan tanah, tanaman kentang usia 70 hari sudah dipanen oleh petani.

“Lahan selauas 2 hektare normalnya bisa mencapai 10 ton kentang saat ini alami penurunan drastis, hanya mendapatkan 3 ton kentang. Kami harus menelan kerugian mencapai Rp40 juta rupiah,” ujar Sutrisno, Senin (24/10/2022).

Hingga saat ini  pergerakan tanah masih terjadi. Warga Desa Sidengok yang sebagian besar petani kentang diimbau untuk tidak ke ladang yang masuk zona berbahaya karena sewaktu-waktu bisa terjadi longsor dan amblas.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT

57 tahun lalu

Tak Bisa Berenang, Santri di Banjarnegara Hilang Terseret Arus Sungai Serayu

57 tahun lalu

Kronologi Mantan Sopir Bakar Mobil Kades Hoho, Pelaku Siapkan Bensin dan Obor

57 tahun lalu

Terungkap! Sakit Hati jadi Motif Mantan Sopir Bakar Mobil Kades Hoho Banjarnegara

57 tahun lalu

Polisi Tangkap Pembakar Mobil Kades Hoho Banjarnegara, Ternyata Mantan Sopir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal