Terbang 30 Menit dengan Jet Tempur TNI AU, Ini yang Dirasakan Puan Maharani

Ahmad Antoni
Carlos Roy Fajarta
Ketua DPR Puan Maharani memberi hormat sesaat sebelum take off. (foto: Ist)

Rasa bangga yang diungkapkan Puan Maharani, tentu sangat beralasan, mengingat dia adalah seorang sipil. Berada di back seat pesawat tempur, untuk kemudian terbang di ketinggian 10.000-20.000 ribu kaki, dengan kecepatan sampai 750 km/jam, bukan hal ringan.

Perlu persiapan dan latihan fisik yang cukup untuk bisa terbang dan mendarat dalam kondisi tetap fit. Dan, Puan Maharani sudah melakukannya. Dia mengepakkan sayap dari kokpit pesawat tempur dan ikut melakukan manuver, yang tentu saja mengandung risiko. 

Ketahanan fisik dan mental politisi PDI Perjuangan ini pun diakui Dharma Gultom yang menjadi pilot terbangnya. Dharma memuji Puan yang tetap dalam kondisi baik-baik saja ketika mendarat, padahal manuver-manuver jet tempur kerap membuat awak pesawat muntah-muntah hingga pingsan. "Kami bersyukur, Ibu Puan tetap sehat dan fit saat landing," kata Dharma.

Berada di kokpit T-50 Golden Eagle, jet tempur taktis supersonik buatan Amerika Serikat-Korea Selatan yang dikembangkan Korean Aerospace Industries dengan bantuan Lockheed Martin, perlu ketahanan fisik dan mental. 

Pasalnya, saat dilakukan manuver akan dirasakan gaya gravitasi 4G atau daya tarik 4 kali dari berat tubuh. Pada kondisi ini, awak pesawat harus mengencangkan otot kaki dan perut. "Pesawat tempur bisa mencapai 8G, Ibu Puan bisa sampai 4G," ujar lulusan AAU tahun 2002 ini.

Dharma Gultom menceritakan pengalamannya selama terbang bersama Puan. Dituturkan, selama penerbangan Puan sangat rileks, bahkan bisa ngobrol santai dengannya. Menurut Dharma, Ketua DPR itu juga bertanya banyak hal soal pesawat tempur.

Selain disematkan brevet wing kehormatan, Puan juga mendapatkan penghargaan dan plakat yang diserahkan oleh KSAU, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Menurut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, pemberian Wing Kehormatan Penerbang Kelas I TNI AU merupakan wujud penghargaan kepada pejabat.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dramatis! Jenazah Korban Helikopter Jatuh Dievakuasi dengan Heli Caracal TNI AU

57 tahun lalu

Kapten Zulmi Gugur di Lebanon, Panglima TNI Jamin Hak Keluarga dan Kenaikan Pangkat

57 tahun lalu

Penampakan Pesawat Tempur dan Helikopter TNI AU Mendarat di Tol Trans Sumatera

57 tahun lalu

Pesawat Tempur F-16 dan Super Tucano Uji Coba di Tol Trans Sumatera, Ini Kata KSAU

57 tahun lalu

Update Korban Longsor Cisarua, 19 Prajurit Marinir Dievakuasi 3 Masih Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal