Teknologi Rantai Blok Sulit Dimanipulasi, Ini Penjelasan Pegiat Edukasi Blockchain

Ahmad Antoni
Pembicara dalam seminar Blockchain Technology Through The Lens of 3 Generations: How to Prepare Young People to Adapt with the Development of Digital Economy” yang digelar 21 Bridges Indonesia bekerja sama FEB UI. (IST)

SEMARANG, iNews.id - Teknologi blockchain (rantai blok) adalah teknologi yang sangat terbuka sehingga semua orang bisa menjadi partisipannya tanpa ada hambatan (barrier). Meski sangat terbuka dan saat diciptakan nuansa libertariannya besar sekali, kemungkinan dimanipulasi kecil sekali, bahkan hampir tidak mungkin.

Hal itu disampaikan Yos Ginting, pendiri Asosiasi Blockchain Indonesia yang menjadi pegiat edukasi blockchain dan cryptocurrency bagi kalangan muda. Menurutnya, karena keterbukaannya siapa saja bisa mempelajari blockchain secara gratis. 

“Selama mau belajar dan bekerja maka rate of success-nya sama dengan kawan-kawan dari belahan bumi manapun. Sebagian besar ilmu tersedia secara gratis, bisa dipelajari asal kita mau belajar,” kata Yos dalam seminar Blockchain Technology Through The Lens of 3 Generations: How to Prepare Young People to Adapt with the Development of Digital Economy” yang digelar 21 Bridges Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Kamis (2/11/2023). 

Mengenai kecilnya kemungkinan teknologi blockchain dimanipulasi, kata dia, karena data di blockchain direplikasi oleh banyak sekali komputer di dunia, bahkan bisa sampai ribuan. 

“Itu sebabnya kemungkinan dimanipulasi kecil sekali, bisa dikatakan hampir tidak mungkin karena pelaku manipulasi harus mengubah seluruh data yang ada di semua komputer yang sudah mereplikasi data,” ujarnya. 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Libur Kuliah, Mahasiswi UI asal Tebingtinggi Jaga Parkir demi Bantu Orang Tua

57 tahun lalu

Sukses Lakukan Transformasi Digital, Bank Mandiri Raih Penghargaan BUMN Awards 2024

57 tahun lalu

BEM FKG dan FIK Universitas Indonesia Resmi Buka Program Atambua Menggapai Pelita di Belu NTT

57 tahun lalu

FIK UI Gelar Edukasi Cegah Penyakit Tidak Menular di Kampung Ilmu Tegalwaru Purwakarta

57 tahun lalu

Warga Cisarua Purwakarta Antusias Hadiri Baksos Pengmas UI, Ini Harapan Tokoh Masyarakat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal