"Jadi fokusnya dua, membuat ruang terbuka yang semenarik mungkin, dan membina masyarakat di sekitar ruang terbuka tersebut untuk membuka usaha agar mendapatkan pemasukan tambahan," katanya.
City Walk di Indonesia sebenarnya lebih banyak dikenal sebagai konsep desain ruang pusat-pusat perbelanjaan. Desain tersebut berupa ruang terbuka yang menarik untuk pejalan kaki untuk menghubungkan beberapa fungsi komersial dan ritel.
Konsep City Walk tersebut diusung menyusul kesuksesan Pemkot Semarang dalam pembangunan 113 Kampung Tematik pada 16 kecamatan di Kota Semarang. Kampung tematik tersebut, mampu mengubah wajah kampung yang semula kumuh menjadi lebih tertata. Selain itu, mampu mendorong perubahan sosial serta peningkatan ekonomi di kampung-kampung tersebut.
Alhasil angka kemiskinan di Kota Semarang pun trennya terus menurun dari tahun ke tahun. Bahkan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2016, Kota Semarang kemiskinan di kota ini tinggal sebesar 4,85 persen atau terendah dari seluruh kota dan kabupaten di Jawa Tengah.
Persentase penduduk miskin Kota Semarang tersebut, juga jauh lebih rendah dari kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Kota Surabaya (5,63 persen) atau Kota Medan (9,30 persen).