Pengamanan ini dnilai sebagai bentuk komitmen TNI dalam menjaga stabilitas dan memastikan aktivitas masyarakat berjalan normal tanpa gangguan.
Selain itu, dia juga memastikan bahwa TNI tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menghadapi pengunjuk rasa. “Pendekatan persuasif akan terus dilakukan agar masyarakat tidak terprovokasi untuk bertindak anarkis,” katanya.
Dia mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak bertindak anarkis saat menyampaikan aspirasi. Dia juga meminta masyarakat ikut menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah masing-masing.
Ketua DPRD Grobogan, Lusia Indah Artani menjelaskan bahwa kerusakan pada gedung DPRD hanya terjadi di bagian kaca kantor yang berdekatan langsung dengan jalan raya.
“Meski mengalami kerusakan, aktivitas para anggota DPRD tetap berjalan normal hingga saat ini,” kata Lusia.
Untuk sementara, bagian bangunan yang rusak ditutup menggunakan terpal agar tidak mengganggu konsentrasi kerja. Perbaikan fasilitas dan sarana prasarana akan segera dilaksanakan.