Dia mengaku tidak bisa berkata-kata, karena tidak menyangka anaknya itu bisa menyelesaikan pendidikan tingkat atas. Sebab, saat Rafli lulus SMP tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah.
Sumiyatun bekerja pada tetangganya, hanyalah buruh pemotong filter rokok. Pendapatannya tidak menentu. Sedangkan bapaknya pekerja serabutan setelah pensiun dari buruh pabrik.
Menurutnya, SMKN Jateng itu sebagai bukti kepedulian Gubernur Ganjar Pranowo dalam hal pendidikan. Bukan hanya sistem dan kurikulumnya, tapi juga memberi kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan gratis.
"Ya tidak bisa ngomong, saya bangga. Wong, waktu lulus SMP itu bapaknya tidak kerja jadi tidak ada biaya. Dan, Rafli bisa sekolah di SMKN Jateng dari Pak Ganjar. Sekolahnya gratis tidak ditarik biaya apa pun. Sekolahnya berhasil mendidik anak-anak dengan baik, kedisiplinannya juga baik," ujarnya.
Rafli menjadi bukti jebolan SMKN Jateng yang sukses karena mampu mengubah kondisi ekonomi keluarganya. "Sekarang kerja di Jepang, alhamdulillah tiap bulan kirim uang, sudah beli tanah dan renovasi rumah. Terharu, bangga, bersyukur nikmat. Sudah mengubah kondisi keluarga," ungkapnya.