Teman korban, Mukmin mengungkapkan, saat kapal yang ditumpanginya terbakar dia berusaha menyelamatkan diri dengan naik perahu karet. Karena panik, Mukmin mengira temannya, Wiji juga naik perahu karet lainnya.
“Saya tahunya Pak Wiji itu ikut naik perahu karet lainnya. Saya baru tahu Pak Wiji ikut jadi korban dua hari setelah kejadian karena mendengar ada korban bernama Mr X seorang laki-laki belum diketahui identitasnya,” katanya.
Dia bersama kelurga korban kemudian pergi ke rumah sakit (RS) Bhayangkara Surabaya untuk tes DNA anak korban dan benar Mr X tersebut bernama Wiji.
“Mungkin dompetnya hilang ya. Kami kemudian datang ke rumah sakit karena di sana ada empat jenazah yang tidak dikenali dan ditulis Mr X. Setelah setelah disidik jari dan dilakukan tes DNA akhirnya muncul namanya Pak Wiji,” katanya.
Setelah berhasil diidentifikasi, jenazah korban langsung dibawa pulang ke Blora oleh keluarganya pada Minggu dini hari untuk dimakamkan.