Tampang Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan yang Diduga Cabuli Puluhan Santriwati

iNews TV
Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan berinisial AKF saat diamankan polisi terkait dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati. (Foto: iNews TV/Suryono Sukarno)

Setelah diamankan, AKF langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Polisi juga meminta keterangan sejumlah santriwati yang diduga menjadi korban untuk melengkapi proses penyidikan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi mengungkapkan, pelaku diduga menggunakan modus meminta santriwati memijat dirinya saat berada di lingkungan pondok pesantren.

"Modusnya, saat korban korban masih mondok di sana, santriwati-santriwati ini diajak untuk pijat. Pas ada kesempatan, si pelaku meminta agar disentuh kemaluannya. Itu kan hal yang sangat tidak manusiawi, melanggar asusila," ujarnya.

Menurut Riki, penyidik kini terus mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.

"Keterangan saksi itulah yang kami hubungkan menjadi alat bukti," katanya.

Hingga kini, penyidik Polres Pekalongan Kota masih melakukan pemeriksaan secara maraton dengan melibatkan psikolog dan tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Polisi juga telah memasang garis polisi di area padepokan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan Ditangkap, Diduga Cabuli Puluhan Santriwati

57 tahun lalu

Terungkap! Begini Modus Oknum Kiai Cabuli 3 Santriwati di Maros

57 tahun lalu

Oknum Kiai Cabuli 3 Santriwati di Maros Ditangkap usai Buron ke Kalimantan

57 tahun lalu

Aksi Bejat Oknum Kiai di Jepara Cabuli Santriwati Terbongkar dari Chat WA

57 tahun lalu

Oknum Pengasuh Pesantren di Jepara jadi Tersangka Pencabulan Santriwati, Begini Modusnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal