Menurut dia, akibat banjir bandang tersebut kini puluhan kepala keluarga yang terdampak mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. “Ya, kaya gini rumah saya. Berantakan semua kena banjir,” ucapnya.
Juhri mengaku hingga kini belum ada petugas dari instansi terkait yang mendatangi lokasi bencana. Dia berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi banjir bandang. “Kalau bisa secepatnya tanggul di bangun lagi supaya kami tidak khawatir kena banjir susulan,” katanya.
Warga lainnya, Sabiyah mengatakan, banjir yang menerjang wilayahnya sudah terjadi tiga kali ini. “Yang paling parah sekarang. Hampir semua rumah yang berada di dekat tanggul kebanjiran,” ucapnya.
Sabiyah mengaku tidak sempat menyelamatkan sejumlah barang leketronik miliknya hingga kondisinya kini rusak dan tak bisa digunakan lagi akibat terendam air.