BANJARNEGARA, iNews.id – Seorang santri pondok pesantren (Ponpes) darul Falah hanyut terbawa arus Sungai Serayu di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Korban diduga tidak mahir berenang dan terlepas dari pertolongan rekan-rekannya akibat kuatnya arus air sungai.
Hingga saat ini, tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, beserta para relawan masih terus berupaya melakukan pencarian. Petugas mengerahkan dua unit perahu karet untuk menyusuri aliran sungai dan menyisir titik-titik krusial yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban.
Koordinator Pos Basarnas Wonosobo, Dani Fitra Maulana mengatakan, derasnya arus Sungai Serayu menjadi kendala utama dalam proses pencarian santri malang tersebut.
“Kami masih berupaya mencari korban dengan menerjunkan dua regu menggunakan perahu karet serta menyisir beberapa titik,” katanya, Sabtu (23/5/2026)
Berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui bernama Raihan Azka (13), seorang santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Falah, Desa Rakit, Banjarnegara.
Kapolsek Rakit, AKP Satimin mengatakan, peristiwa memilukan ini bermula saat korban bersama teman-temannya nekat berenang di sungai. Saat itu, sebanyak 11 santri pergi ke Sungai Serayu untuk mandi bersama tanpa sepengetahuan dan izin dari pengurus pondok pesantren.
“Saat asyik mandi, korban diduga tidak mahir berenang hingga mulai tenggelam dan terseret arus. Rekan-rekan korban sempat berupaya menolong dengan memegang tangannya. Namun, karena kuat dan derasnya arus sungai, pegangan tangan korban terlepas hingga akhirnya ia hilang terbawa arus,” katanya.