Sebagian warga yang tidak mengungsi memilih bertahan dengan naik ke atap-atap rumah mereka. Salah satu korban banjir, Nia mengaku terpaksa mengunsi karena rumahnya terendam banjir setinggi 1,5 meter. “Rumah saya kebanjiran. Air masuk ke rumah sampai 1,5 meter,” katanya.
Sementara di Kabupaten Brebes, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung setelah diguyur hujan deras kembali merendam belasan desa di Kecamatan Losari. Banjir juga mengakibatkan dua warga hanyut.
Informasi yang diperoleh iNews.id, belasan yang terendam banjir meliputi Desa Bojongsari, Karangsambung, Babakan, Kalibuntu, Kedungneng, Randusari, Pekauman, Losari Kidul dan Dukuh Salam. warga pun terpaksa diungsikan di sejumlah titik antara lain di SMK An Nur dan Aula Kecamatan Losari.
Banjir tersebut merupakan peristiwa kedua kalinya dalam sepekan terakhir. Warga di 11 desa itu semula harus mengungsi akibat banjir pada Selasa (20/2/2018).
Warga Losari Kidul, Kabupaten Brebes terpaksa diungsikan dengan becak setelah wilayah mereka terndam banjir luapan Sungai Cisanggarung. (Foto:Facebook)
Petugas Dinas Kominfotik Brebes, Adit mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Banjir tersebut mengagetkan warga karena sejak pagi tidak ada tanda-tanda air akan menggenangi rumah mereka. “Sekarang air tambah tinggi. Warga membutuhkan perahu karet karena masih banyak yang terisolasi,” katanya.
Warga Brebes lainnya, Tri mengatakan banyak warga yang terjebak banjir terutama ibu-ibu dan anak-anak. “Untuk evakuasi darurat terpaksa pakai becak karena tidak ada perahu karet,” katanya.