Sudirman mengatakan, masih ada waktu bagi KPU untuk membujuk pasangan calon nomor urut 01 agar mau menyampaikan sendiri visi dan misinya kepada rakyat Indonesia, calon pemilih mereka.
Dalam kesempatan itu Sudirman juga menanggapi wacana membocorkan soal debat kepada para kandidat. Menurutnya hal itu sangat merugikan masyarakat pemilih. Pasalnya, masyarakat tidak akan mendapatkan jawaban yang jujur dan spontan dari kandidat.
“Persoalan nyata di masyarakat datang tiba-tiba, dan pemimpin harus bisa meresponnya secara spontan. Kalau debat soalnya dibocorkan, itu mencabut hak rakyat mengetahui kemampuan calon pemimpinnya,” kata dia.
Karena itu, Sudirman meminta KPU berpikir ulang sebelum membocorkan soal debat. Hal itu sama sekali bukan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat.
Dia menjelaskan, kalau soal debat dibocorkan, jawaban yang membuat tim sukses. Kandidat tinggal membacakan. Kemampuan kandidat mengatasi persoalan bangsa tidak akan terlihat dengan pola debat seperti ini.
"Kita mempermasalahkan dan menganggap kriminal pihak yang membocorkan soal ujian nasional, lha ini soal ujian untuk calon pemimpin negara kok malah mau dibocorkan. Iki piye?" seloroh Sudirman.