Masih teringat jelas pagi hari sebelum suaminya pergi ke Klaten, suaminya itu pamit untuk kulakan barang. Tak tahunya, di Klaten itulah suaminya diamankan Densus.
"Suami saya hanya pedagang, ke Klaten cuma mau kulakan cari barang. Itu pun yang dilakukannya sebelum ditangkap Densus. Kalau sampai (ikut tim Laznah) seperti saat ini diluar sepengetahunnya," ujarnya.
Kini harapan Sumarti hanya satu, yaitu bertemu dengan suaminya. Apalagi anak-anak mereka yang masih kecil, sangat dekat dengan sosok ayahnya.
Dicmata keluarga, Siswanto sangat dekat dan sayang dengan anak-anaknya. Meski tak bisa berbuat apa-apa, namun pihak keluarga akan melakukan upaya hukum dengan meminta pendampingan dari kuasa hukum "Ini negara hukum, ya itu (pendampingan hukum) tetep kami upayakan, kami (minta bantuan LBH) usahakan lakukan," ujarnya.
Informasi yang berhasil dihimpun, Siswanto dibekuk Densus 88 karena diduga menjabat sebagai ketua tim Laznah yang berperan dalam penentuan Amir JI. Siswanto pun diduga hadir dalam kegiatan pertemuan Laznah pada bulan Oktober 2019 di daerah Gunung Kidul dan merupakan kandidat calon amir JI yang baru. Selain memiliki satu orang istri, Siswanto memiliki sembilan anak.