SEMARANG, iNews.id - Sri rahayu, perempuan asal Semarang yang tewas setelah nekat melompat dari atas angkot, di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ternyata kerap dianiaya oleh suaminya sendiri. Selain selalu meminta uang kepada korban, pemicu keributan juga diduga akibat adanya wanita simpanan lain.
Sebelum dikebumikan di tempat pemakaman umum, jenazah Sri Rahayu, terlebih dahulu disemayamkam di rumah orang tuanya, di Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/1/2018) pagi tadi.
Pihak keluarga korban membenarkan, jika semasa hidup berumah tangga, korban kerap dianiaya oleh suaminya, Nur Chamid. Sifat tempramen sang suami membuat korban yang berprofesi sebagai buruh pabrik itu selalu mendapat luka lebam setelah terlibat keributan.
Sang suami yang hanya bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot) bahkan kerap meminta uang secara paksa kepada korban. Belakangan diketahui, keributan terakhir keduanya akibat adanya wanita simpanan lain yang membuat korban cemburu. Bahkan, suami korban belakangan diketahui punya dua selingkuhan sekaligus.
Kabar mengenai adanya wanita idaman lain oleh suami korban dibenarkan Pujiati, kakak korban. “Nur, suaminya Rahayu itu kan punya selingkuhan. Kemungkinan adik saya jadi sakit hati, karena tidak pernah dikasih uang tidak pernah dikasih nafkah. Terus setiap adik saya minta uang tidak pernah dikasih, tapi malah dipukul,” ucap Pujiati.