Mukafi mengatakan DPRD Jateng akan terus mendorong kesenian tradisional di daerah agar semakin berkembang hingga bisa dipertahankan dan dilestarikan.
“Saya percaya bahwa seni budaya adalah pilar budi pekerti, sehingga perlu terus dipertahankan. Bagaimana mungkin kita bisa melestarikan, melindungi dan mengembangkan kesenian tradisional, apabila tidak ada pihak yang peduli,” kata Mukafi.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan globalisasi serta arus media digital yang kuat turut mempengaruhi punahnya kesenian tradisional sebagai kearifan lokal. Oleh karena itu, generasi muda, termasuk santri-santri harus terus ikut melestarikan dan mengembangkan kesenian dan tradisi budaya bangsa.
Dia mengatakan, pagelaran seni santri ini merupakan salah satu momentum untuk menegaskan kembali pentingnya menjaga budaya lokal bangsa Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai Pancasila. Berbagai budaya lokal berperan besar dalam membentuk dan mengembangkan jati diri bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.
Sementara, Budayawan Moh Bahrul Mustawa mengatakan kesenian tradisional mempunyai rasa toleransi dan pemersatu bangsa. Pertunjukan kesenian memiliki makna positif dan wujud dari Pancasila, nilai yang terkandung dalam kesenian yang sebetulnya luar biasa.