SOLO, iNews.id - Warga Kota Solo, Jawa Tengah, digegerkan fenomena tak biasa saat banjir melanda wilayah Joyotakan. Air banjir yang menggenangi permukiman tiba-tiba berubah warna menjadi merah, memicu kepanikan dan viral di media sosial.
Banjir tersebut terjadi akibat luapan Sungai Bengawan Solo setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah Solo Raya sejak malam hari, Rabu (15/4/2026). Dampaknya, lebih dari 1.000 kepala keluarga terdampak di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Serengan.
Fenomena air berwarna merah saat banjir ini sempat membuat warga khawatir. Banyak yang menduga warna tersebut berasal dari limbah berbahaya.
Namun, Lurah Joyotakan Bambang Kristianto memastikan warna merah tersebut bukan berasal dari bahan kimia beracun. Dia menjelaskan, temuan itu diketahui saat melakukan pengecekan pascabanjir bersama aparat.
“Saat kami keliling kami naik ke pintu air, di situ ada bungkus plastik yang mengeluarkan pewarna. Seperti ada kain di dalamnya yang mengeluarkan teres (pewarna),” katanya.