Siswi SMA di Sragen Dibully karena Tak Pakai Jilbab, Begini Respons KPAI

Carlos Roy Fajarta
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti. Foto/Dok/SINDOnews

JAKARTA, iNews.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara terkait kasus oknum guru di SMA N 1 Sumberlawang, Kabupaten Sragen yang membullying siswi karena tak memakai jilbab. KPAI mengecam tindakan oknum guru tersebut.

Apalagi, kasus bullying terhadap siswa sekolah di Sragen pernah terjadi di SMAN Gemolong pada tahun 2020. 

Menurut Komisioner KPAI, Retno Listyarti, kasus ini menunjukkan literasi dan moderasi beragama di dunia pendidikan masih belum cukup baik. 

Dia menegaskan bahwa pelatihan menginternalisasi dan penguatan skill mengembangkan literasi dan moderasi beragama perlu dilakukan di dunia pendidikan.

"Kondisi ini memberi kontribusi bagi terjadinya intoleransi misalnya pelarangan maupun pemaksaan pemakaian jilbab yang merupakan simbol dan identitas kepada pihak lain," kata Retno dalam keterangannya, Senin (14/11/2022).

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Live TikTok Pocong di Terowongan Kereta Api, 3 Pelajar di Sragen Ditangkap

57 tahun lalu

Geger! Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus di Teras Rumah Warga Sragen

57 tahun lalu

Polisi Selidiki Penyebab Ambruknya Atap Kelas MTs di Sragen, Diduga Ada Kelalaian

57 tahun lalu

Kronologi Atap Ruang Kelas MTs di Sragen Ambruk, 15 Siswa dan Guru Luka Berat

57 tahun lalu

Atap Kelas MTs Muhammadiyah di Sragen Ambrol, Belasan Siswa dan Guru Terluka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal