Arif juga mengatakan, selama dua tahun belajar di SMP Negeri 4 Purwodadi, Dimas dikenal anak yang baik dan periang. Dimas cepat membaur dan suka bercanda dengan teman-teman sekelas.
Sementara itu, jenazah korban telah dimakamkan di Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Rabu siang. Tangis histeris keluarga mewarnai prosesi pemakaman pelajar SMP itu.
Nenek dan kedua orang tua Dimas, seketika pingsan ketika jenazah Dimas tiba di rumah duka. warga langsung mengevakuasi Sutiyo, ayah korban, yang baru saja turun dari mobil ambulans ke dalam rumah. Sementara ibu korban yang memaksa mendekat ke peti jenazah anak keduanya itu juga tak kuasa menahan sedih hingga akhirnya pingsan.
Saat ini keluarga korban mengaku ikhlas dengan kematian Dimas. Keluarga memang syok mengetahui Dimas tewas setelah dipukul teman sekolahnya. Namun, mereka menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada Polres Grobogan. “Kami ikhlas. Soal proses hukum, kami serahkan kepada polisi,” ujar kakek korban, Pardi.