Seluruh personel ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar Pendopo Kabupaten Pati. Penempatan ini bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas serta aktivitas masyarakat selama aksi berlangsung.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi menyampaikan, aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi nelayan terkait kebijakan pemerintah di sektor perikanan.
“Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi dari saudara-saudara kita nelayan. Tugas kita mengawal agar aspirasi tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan damai,” katanya.
Dalam pengamanan aksi, seluruh personel dilarang membawa senjata api maupun tongkat. Kebijakan ini diambil untuk menghindari kesan represif dan mengedepankan pendekatan persuasif kepada massa.
Selain itu, kepolisian juga mengoptimalkan peran tim negosiator sebagai ujung tombak komunikasi di lapangan. Tim ini bertugas menjalin dialog dengan peserta aksi serta mencegah potensi provokasi.
“Kami hadir untuk melayani, bukan menimbulkan ketakutan. Seluruh personel diharapkan mampu merangkul masyarakat dengan pendekatan humanis,” ucapnya.
Hingga aksi berlangsung, situasi di sekitar lokasi tetap terpantau kondusif. Aparat gabungan terus bersiaga untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.