Setelah enam hari melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi di lokasi kejadian, polisi akhirnya memastikan bahwa korban tewas karena dikeroyok dan dibunuh bukan karena kecelakaan karena adanya luka sobek di bagian wajah dan mata yang diakibatkan oleh pukulan benda keras.
Tim Resmob Polres Grobogan yang sudah mengantongi data pelaku langsung memburu dan membekuk pelaku pada Sabtu (12/11) malam 2022 di sebuah kafe di Gubug. Pelaku yang ternyata adalah teman akrab korban kemudian digelandang ke Mapolres Grobogan, untuk dilakukan pemeriksaan.
Dari hasil penyelidikan, pelaku mengaku sakit hati karena saat mengendarai sepeda motor disalip korban. Saat kejadian kedua dalam kondisi mabuk. Saksi yang melihat kejadian mengaku korban dikeroyok dan dihantam dengan benda keras.
Korban sempat melawan, namun karena dalam pengaruh miras, korban akhirnya terjatuh dan tidak bergerak lagi. Warga yang berada di lokasi tidak berani mendekat dan langsung pergi pulang ke rumah masing-masing. Para pelaku kemudian kabur meninggalkan lokasi kejadian.
Diketahui pelaku adalah satu anggota ormas. Dia memang terkenal suka bikin masalah di desa dan tidak disukai warga. Ayah korban tidak menyangka jika pelaku tega menghabisi nyawa teman akrabnya sendiri. “Pelaku sering main di rumah korban sebelum peristiwa terjadi,” kata Sutopo, Senin (21/11/2022).