Dia menyebut kandungan air dan material yang muncul belum diketahui. Bersama warga, dia masih menunggu.
"Kami menunggu saja," ucapnya.
Untuk saat ini, sumur tersebut dibiarkan terlebih dahulu hingga menunggu kondisi sumur aman untuk digunakan. Jika kondisi kembali terjadi seperti semburan awal maka sumur tersebut akan ditutup demi keamanan panti asuhan dan warga sekitar.
Salah satu petani, Ngatmi mengaku kecewa karena padi yang siap panen ini tidak bisa untuk dimanfaatkan karena terendam material pasir yang bercampur air asin.
"Ada separuh lahan saya kena, nggak bisa panen," ucapnya.